Meski Ada Praperadilan, Proses Hukum Hary Tanoe Tetap Berjalan

 Nasional

JAKARTA, – Bareskrim Polri menyerahkan berkas kasus tersangka CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo ke Kejaksaan Agung buat diteliti. Di ketika yg sama, Hary tengah menjalani proaes sidang praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, proses hukum tetap berjalan meskipun Hary mengajukan upaya praperadilan. Menurut dia, proses hukum berjalan terpisah dengan upaya tersangka menguji keabsahan status hukumnya.

“Ada yg dikerjakan di luar itu hak seseorang menguji status tersangkanya. Bagi kami, proses kasus kalian teruskan,” kata Martinus.

Martinus meyakini proses penyelidikan hingga penyidikan dalam perkara Hary berjalan sesuai undang-undang yg berlaku. Penyidik menghimpun sejumlah bukti serta informasi saksi dan ahli buat memperkuat unsur pidana.

(Baca: Bela Hary Tanoe, Presidium Alumni 212 Gelar Aksi ke Komnas HAM)

Namun, Martinus enggan menanggapi seandainya putusan praperadilan memenangkan Hary dan menganggap penetapan tersangkanya gugur. Rencananya, putusan hakim praperadilan mulai dibacakan pada Senin (17/7/2017).

“Kita tak mengandai-andai, putusannya kayak apa dulu,” kata Martinus.

Penyidik Bareskrim Polri sudah menyerahkan berkas masalah Hary Tanoe pada Senin (10/7/2017). Hingga ketika ini, jaksa peneliti masih memeriksa berkas tersebut.

Jaksa memiliki waktu sekitar 14 hari bagi menyimpulkan apakah berkas masalah Hary telah lengkap atau belum.

“Kalau tak lengkap, mulai ada pengembalian berkas masalah dengan petunjuk buat dilengkapi. Sehingga kalian mulai lengkapi apa yg diminta dan kemudian dikembalikan,” kata Martinus.

(Baca: Kata Hary Tanoe soal Status Tersangka dalam Kasus SMS kepada Jaksa)

Jika nanti dianggap lengkap, maka penyidik mulai melimpahkan barang bukti dan tersangka ke jaksa buat dibawa ke pengadilan.

Hary dijadikan tersangka karena dianggap mengancam Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto melalui pesan singkat. Ia dikenakan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) mengenai ancaman melalui media elektronik.

Dalam masalah ini, Yulianto tiga kali menerima pesan singkat dari Hary Tanoe pada 5, 7, dan 9 Januari 2016.

Isinya yaitu, “Mas Yulianto, kalian buktikan siapa yg salah dan siapa yg benar. Siapa yg profesional dan siapa yg preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tak mulai langgeng. Saya masuk ke politik antara yang lain salah sesuatu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yg semena-mena, yg transaksional yg suka abuse of power. Catat kata-kata aku di sini, aku pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan.”

Namun, Hary membantah mengancam Yulianto.

“SMS ini aku bagi sedemikian rupa buat menegaskan aku ke politik buat membuat Indonesia lebih baik, tak ada maksud mengancam,” ujar Hary Tanoe.

TV Hary Tanoe Ajukan Gugatan Praperadilan

Sumber: http://nasional.kompas.com

Terima kasih sudah membaca berita Meski Ada Praperadilan, Proses Hukum Hary Tanoe Tetap Berjalan . Silahkan Komentar dibawah. Baca juga berita lain tentang Nasional lainnya.

Related Posts

Comments are closed.