Untuk Pejabat DKI Yang Terlena Hingga Terjerat Korupsi

 Nasional

JAKARTA, – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menuturkan, pihaknya tak segan-segan mencopot Mantan Asisten Sekretaris Daerah bidang Kesejahteraan Rakyat DKI Jakarta Fatahillah yg menjadi sebagai terdakwa dalam masalah korupsi dari jabatannya.

“Kemarin aku sampaikan konsekuensinya jelas, dia (Fatahillah) dicopot dari jabatannya,” ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (14/7/2017).

Fatahillah ditetapkan sebagai terdakwa masalah dugaan korupsi penertiban refungsionalisasi atau normalisasi sungai/kali dan PBH di Jakarta Barat pada 2013 senilai Rp 66,6 miliar dengan kerugian negara mencapai Rp 4,8 miliar.

Saat proyek tersebut dikerjakan, Fatahillah menjabat sebagai Kepala Pelaksana Kegiatan Pemeliharaan dan Operasional Infrastruktur Pengendalian Banjir Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat.

Berkas kasus mantan Wali Kota Jakarta Barat itu dinyatakan lengkap alias P-21 dan bersiap disidangkan. Fatahillah sedang menjalani masa tahanan selama 20 hari di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat.

(Baca juga: Djarot Copot Asisten Sekda DKI yg Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi)

Sementara itu, kata Djarot, Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Pemprov DKI Jakarta Bambang Sugiyono mulai merangkap jabatan sebagai Pelaksana Harian (Plh) Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekretariat Daerah buat menggantikan Fatahillah.

“Sementara ini kita mulai minta Aspem (Asisten Pemerintahan), Pak Bambang, buat merangkap sementara sebagai Plh di situ,” ujar Djarot.

Kepala Biro Hukum DKI Jakarta Yayan Yuhana menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI tak mulai memberi bantuan hukum pada pegawai yg terlibat pidana karena persoalan pribadi, khususnya tindak pidana korupsi (tipikor).

Oleh karena itu, Pemprov DKI tak mulai memberi bantuan hukum kepada Fatahillah.

“Kalau buat tipikor kalian enggak (beri bantuan hukum), karena kan itu personal ya,” ujar Yayan.

Untuk status PNS, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Agus Suradika mengatakan, Fatahillah otomatis diberhentikan sementara. Fatahillah mulai benar-benar diberhentikan dari PNS setelah kasusnya berkekuatan hukum tetap.

“Kami tunggu inkracht,” ujar Agus.

(Baca juga: Fatahillah Dicopot Djarot, Jabatannya Diambil Alih Aspem DKI)

Sikap tegas semacam ini telah dikerjakan sejak lama di lingkungan Pemprov DKI. Pada era kepemimpinan Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, seorang lurah juga pernah dicopot dari jabatan dan diberhentikan dari PNS karena persoalan pungli. Lurah Pegadungan ketika itu, Jufri, tertangkap tangan melakukan pungli.

Untuk menjaga sistem e-budgeting dan pemerintahan yg transparan, Djarot pernah menyampaikan bahwa Pemprov DKI mulai bekerjasama dengan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Peringatan

Satu hari sebelum Fatahillah dipenjara, Djarot telah berpesan kepada PNS DKI bagi tak terlena dengan jabatan mereka. Djarot menyampaikan PNS harus menganggap jabatan sebagai sebuah ujian.

“Kami tak ingin pejabat DKI mengalami musibah karena tak dapat menghadapi ujian sesungguhnya itu dengan baik,” ujar Djarot.

Semakin tinggi jabatan, kata Djarot, ujian yg dilalui semakin berat. Djarot menyampaikan dia mengatakan hal itu juga buat dirinya sendiri. Djarot berharap PNS DKI tak terjerumus dan melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Banyak di antara teman-teman kalian yg tidakk dapat melalui ujian itu, tetapi banyak juga yg mampu melalui dengan baik,” ujar Djarot.

 

 

TV Jakarta diperkirakan mulai dihadapkan dengan persoalan pendatang baru yg ingin mengadu nasib di Ibu Kota.

Sumber: http://megapolitan.kompas.com

Terima kasih sudah membaca berita Untuk Pejabat DKI yang Terlena hingga Terjerat Korupsi. Silahkan Bagikan berita ini. Baca juga berita lain tentang Nasional lainnya.

Related Posts

Comments are closed.