Rencana Bongkar Pasang Direksi BUMD Pada Pemerintahan Anies-Sandiaga

 Nasional

JAKARTA, – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik membeberkan rencana perombakan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI ketika gubernur dan wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memimpin nanti.

Taufik mengatakan, hal ini yaitu satu yg wajar ketika pergantian pemerintahan. Sebab, menurut dia, kepala daerah biasanya memilih direksi BUMD yg dinilai mampu mencapai visi dan misi mereka.

“Saya kira segala (BUMD) harus dievaluasi, enggak boleh satu-satu. Karena pasti treatment-nya beda antara gubernur yg dulu dengan gubernur yg mulai tiba soal BUMD,” ujar Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jumat (7/7/2017).

(Baca juga: Taufik Sebut BUMD yg Tak Sehat Akan Ditutup pada Era Anies-Sandi)

Taufik menyampaikan, landasan utamanya adalah visi-misi Anies dan Sandiaga. Kata dia, Anies-Sandi pasti memiliki rencana sendiri terkait BUMD yg ada di Jakarta.

Direksi yg mengisi BUMD tersebut nantinya yaitu orang-orang yg dinilai dapat membawa BUMD sesuai dengan visi dan misi Anies-Sandiaga.

Selain itu, menurut Taufik, BUMD DKI ketika ini terlalu tidak jarang meminta penyertaan modal pemerintah (PMP) pada tiap tahun anggaran.

Taufik ingin nantinya BUMD mampu mandiri dan tidak lagi meminta PMP sehingga mampu menjadi sumber APBD buat Pemprov DKI. Perombakan direksi BUMD diharapkan dapat mencapai tujuan itu.

“Kita mesti sepakati bahwa BUMD itu pada waktunya mulai menjadi sumber APBD. Kalau dia jadi sumber APBD, maka BUMD-nya harus dibereskan,” ujar Taufik.

Tiga BUMD

Taufik tak menyebut siapa saja direksi BUMD yg posisinya terancam. Meski demikian, Taufik menyinggung Direktur PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusuma.

“Misalnya PD Dharma Jaya ini mau diapain? Kalau mau besar ya jangan (dipimpin) pedagang dong. Beda nih urus dagangan sama manajemen,” ujar Taufik.

Ia sendiri memiliki pengalaman buruk dengan dua BUMD DKI. Taufik sempat ingin mengaudit 3 BUMD karena dinilai ikut mengampanyekan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat melalui dua programnya semasa kampanye Pilkada DKI 2017. 

Tiga BUMD yg dimaksud yakni Bank DKI, PD Dharma Jaya, dan PT Food Station Tjipinang Jaya.

“Saya mau audit tuh Bank DKI, PD Dharma Jaya, sama Food Station. Kalau Bank DKI terkait Kartu Jakarta Lansia (KJL), Dharma Jaya sama Food Station soal subsidi sembako murah,” kata Taufik, Senin (24/4/2017).

(Baca juga: Sandi Minta Pejabat SKPD dan Direksi BUMD Tak Risaukan Isu Pergantian)

Sementara itu, audit terhadap Dharma Jaya dan Food Station dinilainya perlu bagi mengetahui apakah keuntungan mereka ternyata dipakai buat mensubsidi bahan pokok yg dijual murah buat warga atau tidak.

Taufik juga ingin tahu, mengapa subsidi sembako murah gencar dikerjakan sepanjang masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Kalau memang benar begitu, aku percaya Dharma Jaya sama Food Station enggak mulai tahan lama karena dipakai untuk subsidi terus. Kita lihat saja nanti,” ujar Taufik.

Akan evaluasi

Terkait wacana ini, wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan bahwa pihaknya mulai melihat kembali kinerja para direksi BUMD DKI Jakarta yg diisukan mulai diganti. Sandiaga mengatakan, pergantian itu mulai dikerjakan secara profesional.

“Saya sampaikan, kami lakukan semuanya secara profesional. Enggak ada kekhawatiran bagi para komisaris BUMD karena mereka harus bekerja secara profesional, terbuka, jujur, dan kinerjanya harus baik,” ujar Sandiaga.

(Baca juga: Sandiaga Bilang Jangan Termakan Isu Perubahan Direksi BUMD DKI)

Ia menyatakan, direksi yg dianggap layak mulai tetap dipertahankan. Sementara itu, direksi yg tak sesuai dengan visi dan misi gubernur dan wakil gubernur baru mulai dievaluasi.

Sandiaga mulai melakukan proses review secara rutin. Selain itu, kinerja para direksi BUMD mulai dievaluasi bedasarkan key performance indicator (KPI) tertentu.

Meski demikian, Sandiaga mengimbau agar rencana ini tak dikaitkan dengan isu bahwa perubahan direksi BUMD pasti dikerjakan saat Anies Baswedan dan Sandiaga menjabat kepala daerah baru.

“Jangan khawatir atau termakan selentingan ungkapan politisi dan tim kampanye. Artinya, selama bekerja dengan baik, insya Allah kami mulai apresiasi, hargai. Kalau enggak baik mulai direview dan berikan motivasi. Yang tak perform, tentunya harus dirotasi,” kata Sandi.

Sumber: http://megapolitan.kompas.com

Terima kasih telah membaca berita Rencana Bongkar Pasang Direksi BUMD pada Pemerintahan Anies-Sandiaga. Silahkan Bagikan berita ini. Baca juga berita lain tentang Nasional lainnya.

Related Posts

Comments are closed.