Kapolri Sebut Kasus Penyiraman Novel Lebih Sulit Diungkap Dibanding Bom Bali

 Nasional


JAKARTA, –
Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menyampaikan pengungkapan masalah penyiraman penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan lebih sulit ketimbang perkara besar lainnya.

Bahkan menurut Tito, lebih gampang menangkap teroris seperti pelaku bom Bali daripada penyiram Novel Baswedan karena sangat sedikit meninggalkan jejak buat diselidiki.

“Bom besar seperti bom Bali justru lebih mudah. Impact-nya besar. Tapi buat menyelidikinya, bukti yg diitinggalkan pelaku pasti banyak sekali,” ujar Tito dalam wawancara eksklusif di TV, Sabtu (8/7/2017).

“Bom Kampung Melayu kenapa dapat cepat, karena yg bunuh diri bawa barang bukti utama. Mereka bunuh diri beberapa orang, itu barang bukti yg paling utama, kalian melihat sidik jarinya. Menggunakan sistem inafis yg connect dengan e-KTP, sebentar segera keluar,” ujar Tito.

(baca: Polri Beri “Lampu Hijau” KPK Ikut Bantu Usut Kasus Penyerangan Novel Baswedan)

Dia menuturkan, masalah penyiraman terhadap Novel tergolong ke dalam macam hit and run dengan hitungan detik sehingga meninggalkan jejak yg sangat sedikit bagi ditelusuri.

Namun hingga ketika ini dia menyampaikan personelnya mulai selalu bekerja mengungkap perkara tersebut dan telah memeriksa 56 saksi.

“Terakhir ada ketemu saksi yg dua detik sebelum kejadian dia melihat ada beberapa orang memakai sepeda motor, badannya besar tinggi, itu telah dibuat sketsanya,” papar Tito.

(baca: Novel Baswedan Ungkap Ada Jenderal Polisi Terlibat Teror Terhadapnya)

TV Novel, Air Keras, dan Sang Jenderal – AIMAN (Bag 5)

Sumber: http://nasional.kompas.com

Anda sudah membaca berita Kapolri Sebut Kasus Penyiraman Novel Lebih Sulit Diungkap Dibanding Bom Bali. Silahkan Komentar dibawah. Baca juga berita lain tentang Nasional lainnya.

Related Posts

Comments are closed.