Demi Kepuasan Batin, Seorang Warga Gugat Proyek MRT Rp 1

 Nasional


JAKARTA, –
Warga penggugat proyek mass rapid transit (MRT), Mahesh Lalmalani, mendaftarkan gugatan baru melawan Kantor Jasa Penilai Publik dan Badan Pertanahan Negara (BPN) Jakarta Selatan selaku Panitia Pengadaan Tanah (P2T) proyek MRT.

Mahesh menggugat appraisal atau penilaian terhadap tanah yg terkena dampak proyek MRT.

“Saya gugat Rp 1 kalau mereka terbukti salah,” kata Mahesh, ketika ditemui di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (6/7/2017).

Mahesh menyampaikan gugatannya ini bukan berorientasi bagi mencari keuntungan materiil. Dia cuma ingin membuktikan bahwa proses appraisal yg dikerjakan pemerintah salah.

“Maksudnya buat dapat kepuasan batin saja bahwa nilai aku yg dibayar pemerintah tak sesuai,” ujar dia.

(baca: Jalur MRT Jakarta Dipastikan Tidak Terdampak Masalah Lahan Stasiun Haji Nawi)

Mahesh memperlihatkan hasil appraisal yg dikeluarkan pada November 2016. Di sana cuma tercantum ganti rugi bagi aspek fisik seperti luasan tanah.

Namun di kolom non-fisik, tak tercantum ganti rugi lain. Padahal lazimnya, kata Mahesh, appraisal terhadap sebuah bidang juga harus memasukkan nilai non-fisiknya.

“Tidak ada penilaian usaha aku dan kerugiannya,” ujar Mahesh.

Sebelumnya, Mahesh dan lima pemilik bidang lahan lainnya di Jalan Fatmawati menggugat Pemprov DKI Jakarta bagi membayar tanah mereka sebesar Rp 150 juta per meter dengan rincian Rp 50 juta buat nilai tanah dan Rp 100 juta bagi kerugian immateriil.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan sebagian permohonan mereka dengan mewajibkan pemerintah membayar Rp 60 juta per meter. Gugatan kali ini tercatat dengan nomor kasus 404/Pdt.G/2017/PN JKT.SEL.

TV DPRD DKI Jakarta Pertanyakan Rencana Proyek MRT

Sumber: http://megapolitan.kompas.com

Terima kasih telah membaca berita Demi Kepuasan Batin, Seorang Warga Gugat Proyek MRT Rp 1. Silahkan Bagikan berita ini. Baca juga berita lain tentang Nasional lainnya.

Related Posts

Comments are closed.