Ada Tarif Batas Atas Dan Bawah, Bolehkah Taksi “Online” Beroperasi Di Bandara?

 Nasional

TANGERANG, – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sudah memutuskan tarif batas atas dan bawah buat taksi berbasis aplikasi atau online yg berlaku akan 1 Juli 2017.

Melalui kebijakan yg tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkitan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek itu, status taksi online setara dengan taksi konvensional yg tarifnya diatur sesuai ketentuan berlaku.

(Baca juga: Ini Tanggapan Grab soal Tarif Batas Atas dan Bawah Taksi Online)

Keberadaan taksi online ini, khususnya di bandara, sempat dilarang. Taksi online dilarang beroperasi di area bandara karena dikhawatirkan terjadi persaingan tidak sehat.

Lantas, setelah ada kebijakan baru ini, apakah taksi online mulai diperbolehkan beroperasi di area bandara?

Branch Communication Manager Bandara Soekarno-Hatta, Dewandono Prasetyo Nugroho, mengatakan bahwa taksi online harus mendapatkan izin kuota dari Ditjen Perhubungan Darat seandainya ingin beroperasi di bandara.

“Jika taksi online mau beroperasi, seperti di Bandara Soekarno-Hatta, tetap harus mengikuti aturan yg berlaku, misalnya, bisa izin kuota dari Ditjen Perhubungan Darat maupun legalitas angkutan,” kata Prasetyo Nugroho ketika ditemui pada Kamis (6/7/2017).

Pras menyampaikan, selama belum ada izin atau arahan dari Kementerian Perhubungan, aturan yg lama tetap berlaku, yakni melarang taksi online beroperasi dengan mengangkut penumpang di area bandara.

Namun, seandainya nantinya Kementerian Perhubungan mengizinkan taksi online beroperasi di bandara, operator penerbangan mulai mengikuti aturan itu.

“Pada dasarnya, memang bukan kebijakan kami. Artinya, tak ada kaitan dengan PT Angkasa Pura II dan tetap dilarang selama belum mendapat izin Kemenhub,” ujar Pras.

(Baca juga: Tarif Batas Bawah Taksi “Online” di Jatim Rp 3.450 Per Kilometer)

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto sebelumnya menyampaikan, pihaknya membagi beberapa wilayah buat penetapan tarif batas atas dan batas bawah taksi online.

Wilayah sesuatu mencakup Sumatera, Jawa dan Bali, sedangkan Wilayah beberapa berlaku di daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Untuk wilayah satu, tarif batas bawahnya sebesar Rp 3.500 dan tarif batas atas sebesar Rp 6.000. Sedangkan buat wilayah dua, tarif batas bawahnya Rp 3.700 dan tarif batas atas sebesar Rp 6.500.

Sumber: http://megapolitan.kompas.com

Anda sudah membaca berita Ada Tarif Batas Atas dan Bawah, Bolehkah Taksi “Online” Beroperasi di Bandara?. Silahkan Bagikan berita ini. Baca juga berita lain tentang Nasional lainnya.

Related Posts

Comments are closed.