Djarot: Ibu Kota Memang Terbuka, Tetapi Harus Jelas Tujuannya Apa

 Nasional

JAKARTA, – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta kepada jajaran camat, lurah, hingga RT dan RW bagi mendata para pendatang baru di Jakarta. Meski warga daerah tak dilarang merantau ke Jakarta, Djarot tetap ingin mereka didata.

“Ibu kota memang kota terbuka, tapi orang tiba ke sini harus jelas tujuannya apa, siapa yg mulai menanggung, itu didata,” ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (3/7/2017).

Djarot menyampaikan pendataan itu juga yaitu bentuk pengamanan. Pendataan sederhana sebenarnya telah diterapkan dengan aturan wajib lapor 1×24 di permukiman warga. Hal ini buat menghindari tindak kriminal yg dikerjakan oleh pendatang.

“Bukan kami curiga, ini ibu kota negara pasti terbuka, tapi kami tak dapat deteksi sesuatu per satu. Oleh karena itu perangkat kelurahan dan kecamatan turun bagi cek. Kalau terjadi apa-apa, mampu kami kasih solusi dan hubungi keluarga mereka di daerah,” ujar Djarot.

Baca: Data Pendatang Baru, Petugas Dukcapil Jakarta Akan Turun ke RT/RW

Djarot juga ingin para pendatang diperkenalkan dengan aturan lima tertib yg ada di Jakarta. Lima tertib tersebut adalah tertib sampah, tertib hunian, tertib demo, tertib dahulu lintas, dan tertib pedagang kaki lima (PKL).

Khusus bagi tertib hunian, Djarot tak ingin pendatang malah membuat bangunan liar di lahan-lahan punya pemerintah.

“Kita harus sosialisasikan kembali 5 tertib. Kita ingin masyarakat yg tertib, ibu kota tertib dan aman,” ujar Djarot.

TV Jakarta diperkirakan mulai dihadapkan dengan persoalan pendatang baru yg ingin mengadu nasib di Ibu Kota.

Sumber: http://megapolitan.kompas.com

Anda sudah membaca berita Djarot: Ibu Kota Memang Terbuka, tetapi Harus Jelas Tujuannya Apa. Silahkan Bagikan berita ini. Baca juga berita lain tentang Nasional lainnya.

Related Posts

Comments are closed.