Nasi Goreng Dan Mi Goreng Laris Manis Di “Beijing Meets Bali”

 Editorial

BEIJING, KOMPAS.com – Nasi goreng dan mi goreng, menjadi beberapa menu khas Indonesia yg laris manis dalam Festival Masakan Indonesia bertajuk “Beijing Meets Bali” yg digelar di Beijing, China, pada 12 hingga 20 September 2015.

“Favoritnya pengunjung adalah nasi goreng dan mi goreng,” kata juru masak yang berasal Indonesia Puguh Setyabudi dalam obrolan dengan Antara, pada pembukaan Festival Masakan Indonesia di Beijing, Senin (14/9/2015) malam.

Puguh Setyabudi bersama beberapa rekan juru masak lainnya yakni I Made Semawan dan I Komang Agus Surya, sengaja didatangkan ke Beijing dari sebuah hotel berjaringan internasional di Bali buat menghadirkan aneka kuliner khas Indonesia, termasuk Bali.

Puguh Setyabudi menambahkan setiap hari menyajikan sekitar 50 menu masakan Indonesia, termasuk makanan penutup dan aneka buah segar yg ditata secara apik.

Pada malam pembukaan Festival Masakan Indonesia, disajikan aneka masakan seperti sayur bening, sate, nasi goreng mi goreng, karedok, ayam sambal matah, gado-gado.

Untuk makanan selingan dan penutup antara yang lain disajikan bubur kacang hijau, bubur sumsum, kolak labu, dadar gulung, serta aneka potongan buah-buahan.

WWW.REKOMENDASI.ME Mie goreng jawa.

Juru masak eksekutif Yanick Erkhsam menyampaikan ini kali kedua pihaknya menggelar Festival Masakan Indonesia. “Warga Beijing menyukai masakan Indonesia terutama seandainya tak terlalu pedas, seperti mi goreng dan nasi goreng,” ungkapnya.

Untuk rasa, lanjut Yanick, mungkin tak mulai tepat sama dengan yg ada di Indonesia. “Namun, kita berupaya bagi mampu sama. Ini karenn salah sesuatu faktor yakni tak semua bumbu tersedia di Beijing, sehingga kita harus melakukan improvisasi, agar rasanya identik sama dengan yg di Indonesia,” tutur Yanick yg mengenal masakan Indonesia kali pertama di Makau.

Gaet turis

Duta Besar RI buat China merangkap Mongolia Soegeng Rahardjo dalam sambutannya menyampaikan kuliner bisa menjadi sarana promosi untuk sebuah destinasi.

“Festival Masakan Indonesia bertajuk ‘Beijing Meets Bali’ memiliki arti penting, mengingat Bali selama ini sudah menjadi destinasi favorit untuk sebagian besar masyarakat Tiongkok, termasuk di Beijing,” katanya.

“Semua tahu tentang Bali, namun tak semua tahu tentang keragaman kuliner Indonesia termasuk Bali. Dengan festival ini, diharapkan masyarakat Tiongkok, khususnya di Beijing, bisa lebih mengetahui secara lengkap termasuk tentang keragaman kulinernya, aromanya, rasanya,” sambungnya.

Dengan demikian, lanjut Soegeng, mulai banyak warga China yg ingin tiba ke Indonesia, mencicipi segera aneka kuliner khasnya.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Kuil yg paling ramai dikunjungi para turis di Temple of Heaven di Beijing, Tiongkok.

“Terlebih kini Pemerintah Indonesia sudah menargetkan jumlah kunjungan turis China sebanyak beberapa juta orang setiap tahun. Jadi, festival ini yaitu langkah yang lain bagi mempromosikan Indonesia dari sisi kulinernya,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata jumlah kunjungan turis mancanegara ke Indonesia pada 2014 tercatat 9,4 juta atau lebih tinggi 8,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan jumlah kunjungan turis China pada 2014 tercatat 959.231 orang atau naik sekitar 28,25 persen dibandingkan 2013. Pemerintah berharap tahun ini kunjungan turis China mampu mencapai 1,3 hingga 2 juta orang tiba ke Indonesia.
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2015/09/15/154200927/Nasi.Goreng.dan.Mi.Goreng.Laris.Manis.di.Beijing.Meets.Bali.
Terima kasih telah membaca berita Nasi Goreng dan Mi Goreng Laris Manis di “Beijing Meets Bali”. Silahkan baca berita lain tentang Editorial lainnya.

Related Posts

Comments are closed.